Pemudik Meninggal Dalam Bus di Gilimanuk
GILIIMANUK, CARAKA POS-Antrean panjang kendaraan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali memakan korban. Kalau selama ini pemudik hanya mengalami pingsan dan berhasil diselamatkan Tim Satgas, namun peristiwa kemarin berbeda. Seorang pemudik asal Kebumen, Jawa Tengah, Rukmini Pamurasih, 38 dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan mudik, Rabu (18/03/2026). Ia meninggal setelah pingsan dalam Bus Tami Jaya jurusan Denpasar-Solo dengan nomor polisi AB 7991 AS sekitar pukul 06.45 Wita.

Petugas Satuan Tugas Pintu Keluar Bali, Pelabuhan Gilimanuk sempat melakukan pertolongan terhadap korban. Sejumlah petugas kesehatan dari Pusksmas II Melaya di Gilimanuk sempat melakukan berbagai upaya. Namun dokter jaga di Puseksmas II Melaya, dr. Suriyono menyatakan, penumpang yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga di Denpasar ini sudah meninggal dunia pada pukul 06.45 Wita.
Informasi yang berhasil dikumpulkan Cakra Pos menyebutkan, korban meninggalkan Denpasar, Selasa (17/3) kemarin menggunakan Bus Tami Jaya jurusan Denpasar-Solo. Setelah bertarung dengan kemacetan panjang di Kecamatan Melaya sebelum memasuki Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, korban pingsan di dalam bus. Kondektur Bus meminta bantuan ke Petugas Kesehatan Karantina. Personil Satgas V Tindak Subsatgas Pintu Keluar Bali Pos Patung Budha segera melakukan evakuasi dari Bus Tami Jaya menuju Kantor Kesehatan Karantina untuk dilakukan perawatan. Namun karena belum juga sadar, korban dibawa ke Puskesmas II Melaya dan dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Suriyono, dokter jaga di Unit Gawat Darurat (UGD).
Keluarga korban yang datang beberapa jam setelah kejadian langsung melakukan koordinasi dengan petugas keamanan untuk membawa jenazah korban ke Kebumen, Jawa Tengah. Setelah dilakukan perundingan, akhirnya disepakati korban dipulangkan ke daerah asalnya menggunakan ambulance milik ASDP Ketapang-Gilimanuk.
Sekitar pukul 13.30 Wita, jenazah korban diangkut menggunakan Ambulance dan dikawal aparat kepolisian dari Polres Jemberana menuju Kebumen. Bahkan, Wakapolres Jembrana, Kompol I Ketut Darta, SH, MH ditunjuk langsung Kapolres Jembrana guna mengawal jenazah hingga ke rumah pemudik. “Saya yang akan mengawal jenazah hingga ke rumah keluarganya. Karena di sana akan dilakukan serah-terima jenazah beserta barang-barang milik korban kepada keluarga,” ujar Ketut Darta.

Pihak yang mewakili keluarga saat ditemui di Puseksmas II Melaya di Giliimanuk menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu proses pengiriman jenazah ke Kebumen, Jawa Tengah. Terutama Dandim 1617 Jembrana, Kapolres dan Wakapolres Jembrana, Kepala ASDP Ketapang-Giliimanuk, Puskemsas Melaya II di Giliimanuk serta Satuan Tugas Pintu Keluar Bali, Pelabuhan Gilimanuk yang sudah memberikan bantuan dengan hati yang tulus. (don)
